Skip to main content
Presentation
Menilai suatu Jurnal.docx
independent (2016)
  • priyono iyon priyono, management
Abstract
Ada berbagai kontroversi terkait IF sebagai salah satu kriteria dalam menentukan suatu kualitas jurnal, seperti yang termuat dalam tulisan Maryoto dalam http://lib.ugm.ac.id/data/pubdata/pusta/maryono.pdf.

Kontroversi tersebut adalah Menerbitakan banyak artikel tinjauan [resensi] atau suatu reviews articles agar sitasi meningkat [Walter dkk, 2003] Fenomena inilah yang dimaksudkan dalam standar Kriteria Jurnal Internasional, yaitu dipersyaratkan agar artikel orisinil lebih dari 80% (> 80%). Jurnal membuat ringkasan tahunan untuk artikel terkemuka.
Salah satu cara mendongkrak jumlah sitasi, yaitu dengan membuat ringkasan tahunan, editorial, tinjauan, membahas artikel yang terkemuka dan menonjol. Meski hanya setahun sekali, cukup lumayan bisa menambah pengaruh jurnal tersebut, seandainya hanya diukur dari IF.
Editor memesan penulis atau peneliti untuk banyak mengutip artikel yang diterbitkan (Cameron, 2005). Usaha lain masih dalam rangka mendongkrak angka sitasi dan IF kong kalingkong dengan penulis, agar mereka banyak mengutip dari jurnal tersebut, tanpa memperhatikan kualitas acuan yang disitir tersebut. Dari kasus ini terlihat bahwa, mengandalkan IF semata, tidaklah memadai. Karena ukuran tersebut bias dimanipulasi.


Keywords
  • menilai,
  • journal,
  • impact factor
Disciplines
Publication Date
Winter January 18, 2016
Citation Information
menilai suatu jurnal
Creative Commons License
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons CC_BY International License.